Indonesia, Rokok dan Kemiskinan

Sunday, April 5th, 2009 | Artikel with No Comments »

Indonesia, Rokok dan Kemiskinan

Dewasa ini, tercatat bahwa dari sekitar 1,2 miliar perokok aktif di dunia, 800 juta di antaranya berada di negara sedang berkembang yang total penduduknya saat ini berkisar 1,3 miliar jiwa (Tobacco and Poverty, Mary Assunta, 2004). Sementara sebagian besar penduduk negara yang sedang berkembang adalah kaum miskin dengan status sosial ekonomi yang sangat rentan. Ironisnya, lebih setengah (61,5%) dari mereka tercatat sebagai perokok.

Benua Asia, termasuk Indonesia, kini tengah menjadi pasar yang cukup menjanjikan untuk perkembangan industri rokok. Rokok telah menjadi barang konsumsi yang kosmopolit – dengan sangat mudah diperoleh dan dinikmati kapan, di mana dan oleh siapa saja, sekaligus dengan sejumlah akibat yang ditimbulkannya. Industri rokok yang kini perlahan bermetamorfosis menjadi bisnis multinasional, banyak memosisikan wilayah ini sebagai sasaran distribusi yang paling utama, di samping karena jumlah konsumen yang memang banyak, juga karena pemerintah di sebagian besar kawasan ini relatif bersikap “welcome” terhadap hal ini.

Dari sisi pendapatan negara, cukai rokok memang menempati grade primadona; sekitar 98% pendapatan cukai berasal dari dan yang berhubungan dengan industri rokok. Target pendapatan cukai rokok pada tiga tahun terakhir menunjukkan peningkatan berarti di tengah gencarnya kampanye anti rokok. Tahun 2003 lalu, pemerintah kita menargetkan pendapatan cukai rokok sebesar Rp 27,6 trilyun per tahun. Tahun 2004, target pendapatan negara dari sektor ini meningkat hingga Rp 28,9 trilyun. Kali terakhir, pemerintah melalui APBN-Perubahan meningkatkan target pendapatan cukai rokok sebesar 31,4 trilyun. Jumlah ini terus berubah dari tahun ke tahun. Read the rest of this entry »

Menggugat Uji Kompetensi Dokter

Saturday, July 12th, 2008 | Opini with 4 Comments

Ujian Kompetensi Dokter“Tidak adil…!!!” itulah kata yang terlontar dari seorang peserta uji kompetensi. “ Kita sudah cape cape kuliah, eh setelah lulus di uji pula” yang lainnya juga berkomentar. Beberapa saat yang lalu, uji kompetensi dokter untuk kali kedua kembali dilaksanakan. Pesertanya adalah para dokter lulusan terakhir ditambah dengan para peserta uji komepetensi sebelumnya yang dinyatakan tidak lulus. Sesuai rencana, uji kompetensi ini berselang tiap tiga bulan.

Menurut konsep dasarnya, pelaksanaan uji kompetensi berpangkal dari amanah undang-undang praktik kedokteran (UUPK) yang mengaharuskan dokter untuk memiliki surat sertifikasi kompetensi dan selalu meningkatkan kemampuannya (mutu). Hal ini akan berujung pada konsep long life learning untuk seorang dokter. Tentunya, ketika ditinjau dari segi tujuannya maka ini merupakan hal yang sangat bagus. Tetapi, yang jadi masalah adalah ketika ditinjau dari segi praktiknya. Read the rest of this entry »

Kantor Baru; Kado 2 Tahun LKPK Indonesia

Tuesday, June 10th, 2008 | Berita with 2 Comments

Genap dua tahun perjalanan Lembaga Kajian Pembangunan Kesehatan (LKPK) Indonesia kemarin, 9 Juni 2008. Sebuah kado istimewa kami persembahkan buat lembaga kajian tercinta ini: kantor baru dengan segalanya yang baru, kecuali para kru dan staff direktur yang masih struktur lama. Acara pindahan sebenarnya sudah digelar sejak 4 hari sebelumnya, tapi murni hanya memasukkan barang dan perkakas kantor dari luar, juga memperbaiki dekorasi dan interior kantor agar lebih nyaman ditempati bekerja. Direktur Kajian LKPK, Dewi Hastuty Sjarief memang memiliki taste tersendiri untuk urusan interior, terutama dalam hal pewarnaan ruang kerja. Anda bisa melihat hasilnya jika bertandang ke kantor LKPK Selengkapnya....

2 Tahun LKPK Indonesia Menjadi Rumah Belajar Masyarakat Sehat

Wednesday, June 4th, 2008 | Berita with 2 Comments

Tanggal 9 Juni 2008 ini Lembaga Kajian Pembangunan Kesehatan (LKPK) Indonesia akan genap berusia 2 tahun. Pada usia ini, seperti juga yang banyak terjadi di tempat lain, LKPK Indonesia masih dihadapkan pada pelbagai persoalan klasik kesehatan dan problematika internal kelembagaan. Tahun 2008 ini bisa dibilang sebagai tahun gelar pilkada. Banyak Kabupaten dan Kota yang menggelar pemilihan kepala daerah mereka. Sebagaimana kita ketahui, di era desentralisasiperan pemerintah Kabupaten/Kota menjadi sangat dominan, sehingga kebijakan pembangunan kesehatan yang baik bisa saja dilahirkan oleh para Bupati/Walikota setempat. Sehingga pada satu sisi, pilkada seharusnya menjadi sebuah momentum Selengkapnya....

Persalinan Caesar di Indonesia

Sunday, May 25th, 2008 | Artikel, Opini with No Comments »

Persalinan caesar adalah melahirkan janin melalui irisan pada dinding perut (laparotoni) dan dinding uterus (histerotomi). Persalinan caesar merupakan operasi besar yang hanya menjadi pilihan ketika kesehaan ibu dan atau anak terancam. Persalinan caesar tidak ditunjukan hanya demi kenyamanan dan kepentingan dokter atau orang tua atau alasan lain yang sifatnya non medis (Abu Bakar, 2002). Operasi caesar hanya di lakukan untuk menyelamatkan nyawa ibu yang melahirkan, maka logikanya kemajuan teknologi kedokteran akan membawa perubahan pada jumlah antara Angka Kematian Ibu yang melahirkan dan AKI yang harus menjalani operasi cesar, yaitu semakin kecil dari tahun ketahun (Astina, 2001). AKI Selengkapnya....

Penyakit Diare di Indonesia

Sunday, May 25th, 2008 | Artikel with 1 Comment

Penyakit diare di Indonesia sampai saat ini masih merupakan salah satu penyakit endemis dan masih sering menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) di masyarakat oleh karena seringnya terjadi peningkatan kasus-kasus pada saat atau musim-musim tertentu yaitu pada musim kemarau dan pada puncak musim hujan (Sunoto, 1990). Penyakit diare masih termasuk dalam 10 penyakit terbesar di Indonesia tahun 1999 sebesar 5 per 1000 penduduk dan menduduki urutan kelima dan 10 penyakit terbesar. Program sarana air minum dan jamban keluarga (samijaga) telah digalakkan sejak tahun 1974, dengan harapan angka kesakitan dan kematian akibat diare akan berkurang. Namun demikian hingga kini penyakit diare masih tetap Selengkapnya....

Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Pneumonia pada Balita

Sunday, May 25th, 2008 | Artikel, Berita, Hasil Riset with No Comments »

Pnemonia merupakan masalah Kesehatan didunia karena angka kematiannya tinggi, tidak saja dinegara berkembang, tapi juga di negara maju. Departemen Kesehatan RI menyatakan tiap tahun dari 1.000 balita yang lahir hidup terdapat 5 kematian akibat pneumonia, tiap 3 menit 1 orang balita meninggal.Di kabupaten Donggala tahun 2003 Tujuan program ISPA adalah menurunkan angka kematian balita akibat Pnemonia dari 5 per 1000 balita tahun 2000 menjadi 3 per 1000 balita ditahun 2005. Khusus di wilayah kerja Puskesmas Palolo pada tahun 2004 jumlah penderita / kasus pneumonia sebanyak 282 anak balita dengan prevalensi 40 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara berat badan Selengkapnya....

Kesehatan Wanita dan Aborsi (Telaah Wacana)

Monday, December 31st, 2007 | Artikel with 2 Comments

Disadur dari berbagai sumber oleh Direktur Penelitian. Tiga fakta utama yang mengangkat aborsi sebagai masalah kesehatan yang harus mendapatkan perhatian adalah ;aborsi yang dilakukan secara tidak aman merupakan penyebab utama kesakitan dan kematian wanita; kebutuhan akan induksi aborsi merupakan kenyataan yang sering dan terus menerus dijumpai; dan wanita tidak perlu meninggal akibat aborsi yang tidak aman, oleh karena apabila induksi dilaksanakan secara benar dan higienis, tindakan aborsi sangatlah aman (Judith Timyan., 1996). Secara ringkas kesakitan dan kematian akibat aborsi hampir seluruhnya dapat dicegah. Komplikasi akibat aborsi yang tidak aman menyebabkan kurang lebih dari 40% Selengkapnya....